KOMUNIKASI
PEMASARAN
RUANG
LINGKUP
KOMUNIKASI
PEMASARAN
PERTEMUAN
1
Kini
Candi Borobudur tak lagi hanya indah dipandang siang hari saja,
dimalam haripun salah satu dari tujuh keajaiban dunia itu akan tetap
tampil megah dan fantastis. Ini semua berkat teknik pencahayaan
khusus berkekuatan 40. 000 watt, dimana proses desainnya saja memakan
waktu dua tahun agar kemegahan candi tetap dapat dipertahankan serta
mampu memperlihatkan kekayaan reliefnya secara jelas dan
pengerjaannya memakan waktu empat bulan, karena tingkat kerumitannya
begitu tinggi.
Program
ini merupakan bentuk kepedulian General Electric melalui anak
perusahaannya PT. GE Lighting (GELI) dengan program “Building Pride
Trough Ligthing” dalam membangkitkan kebangaan nasional melalui
donasi system pencahayaan dalam menerangi situs-situs budaya
kebanggan Indonesia. Sebelumnya Candi Prambanan juga telah
mendapatkan perlakuan yang sama Proyek ini tidak mengucurkan
pendapatan sepeserpun ke pundi-pundi GELI, bahkan yang pasti mereka
harus mengeluarkan biaya miliaran rupiah. Program pencahayaan ini
merupakan kegiatan social yang dilandasi keinginan luhur untuk
memberikan sesuatupada peninggalan sejarah dan menunjang industri
pariwisata. Proyek ini tentu saja mendapat liputan luas dibanyak
media. Mengapa GELI melakukan itu ? Apakah mereka melakukannya karena
Candi Borobudur atau pengelolanya PT Taman Wisata adalah salah satu
konsumennya? Dengan program donasi sistim pencahayaannya itu, GELI
menunjukkan bahwa konsumennya adalah tidak terbatas mereka yang
membeli lampu dan sistemnya dari GELI, melainkan seluruh masyarakat
Indonesia dan masyarakat dunia. Mengenali Konsumen Menurut perusahaan
pemasar terkenal di Amerika LL. Bean : “A customer is the most
important person ever in this office, Acustomer is not dependent on
us, we are de-pendent on him, Acustomer is not an interuption of our
work, he is the purpose of it. We are not doing a favor by serving
him, he is doing us a favor by giving us opportunity to do so."
Saat ini para pemasar sangat menaruh perhatian
terhadap
cara yang efektif dalam mengkomunikasikan benefit
kepada
konsumen, meneliti sikap konsumen sekaligus cara
mengubah
sikap dan mempengaruhi persepsi konsumen. Saat
ini
para pemasar tidak bisa lagi mengabaikan fenomena-
fenomena
psikologis dan sosial yang ikut mengkondisikan
perilaku
konsumen,
Falsafah
dasar sukses pemasaran sebenarnya tetap
sederhana
saja, yaitu pentingnya memuaskan konsumen
karena
konsumen merupakan value-maximizer.
Para
pemasar
menyadari
bahwa
profitabilitas
perusahaan
tergantung langsung pada kemampuan mereka
mengidentifikasikan
dan kemudian memuaskan kebutuhan
konsumen
serta kemampuan perusahaan dalam menjaring
informasi
guna mengenali dan menjabarkan kebutuhan dan
perilaku
konsumen, Kegagalan mengenali persepsi kebutuhan
konsumen
konsumen bisa mengakibatkan kesalahan yang
Posted at 10:10 pm by febrinads
Permalink